Pemberian apa yang terbaik yang layak kita berikan kepada siapa pun ? Ilmu dan buahnya. Pemberian ilmu akan meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pemuliaan diri dalam tat ukuran tertentu. Buahnya, baik yang berupa materi atau immateri akan memberikan motivasi bagi semua pihak untuk sebuah tindakan, yaitu pengamalan ilmu.
Oleh karena itu menginspirasi seseorang mestilah dilandasi pemikiran bahwa waktu, keruangan dan daya dukung lainnya telah mungkin untuk dimanfaatkan dalam aliran aksi. Mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang telah pernah dilakukan oleh seseorang membutuhkan wawasan tersebut. Artinya penting akhirnya bahwa seseorang yang telah terinspirasi bertindak telaten dalam tata kewajaran, agar lebih mudah menjaga kesinambungan kerja inspirasionalnya. Disinilah arti kunci penting yang pertama.
2. Menginspirasi adalah penularan kegembiraan.
Suasana apa yang terbaik bagi sebuah perubahan pribadi ? Kegembiraan yang wajar. Manusia pastilah ingin berubah dari satu keadaan ke keadaan yang lebih baik. Bisa saja kesedihan merubah seseorang, atau kesakitan, atau pengalaman pahit. Namun demikian perubahan yang lebih menjanjikan hasil nyata adalah perubahan dalam suasana gembira. Dalam kegembiraan yang wajar, kerinduan atas perubahan yang ter’konsep’kan atau ter’teori’kan akan mencair secara terukur, berkelindan dengan mawas diri atas keilmuan diri pribadi. Dengan demikian maka perubahan yang akan terjadi sebagai buah proses menginspirasi memiliki landasan nalar logis, tidak muluk melambung di angan-angan atau janji-janji tanpa bukti, dan tidakmenjadikan pribadi ragu untuk berpijak di muka bumi.
Dalam kegembiraan pula, maka rasa diri positif, meminjam istilah dalam buku Quantum ikhlas, menjadi aktual. Positif feeling ini penting sekali bagi kita berkait dengan kebutuhan pokok kita , yaitu rasa percaya diri, untuk memulai perubahan. Otorisasi diri akan berhasil jika kita tidak lengah menjaga vitalitas dan kebanggan yang wajar.
3. Menginspirasi adalah penajaan keberanian
Keberanian yang dimaksud di sini adalah kesediaan diri untuk memulai sesuatu yang bermanfaat. Namun demikian keberanian tadi memiliki rentang tertentu. Keberanian yang berlebihan akan memunculkan agresifitas, kenekatan, petualangan, 'gambling' atas apa yang hendak dilakukan. Namun Keberanian yang terlalu kecil akan melahirkan kelambanan kerja, ketakjelasan visi dan kelemahan keputusan dalam bias dan kontroversi teknis. Dalam konteks struktural dan proses, maka keberanian yang berlebih memunculkan kebingungan strategik dan kebranian yang terlalu kecil akan memunculkan kegamangan proses.
Muara dari ketiga kunci tadi adalah 'keluwesan'. Jadi menginspirasi adalah menjadikan seseorang berubah secara luwes di segala kondisi, waktu dan keruangan.
Siapkah anda menginspirasi ?